Saya Pilih Arch Linux

Distribusi atau distro GNU/Linux memang banyak, bisa dilihat di sini.

Setelah konsultasi sama mbah gugel, akhirnya jatuh pilihannya ke Arch Linux. Alasannya karena istilah “Rolling Release”. Jadi sekali saja install Arch Linux untuk jangka panjang tanpa perlu menginstall ulang release versi terbaru (i like this). Tinggal diupdate…..langsung up to date…..

Oke deh, pengetahuan saya tentang GNU/Linux  masih kurang. Jadi tidak banyak yang bisa ditulis.

Yang penting mau belajar dan langsung dilakukan sehingga akan terasa nikmatnya tantangan.

Notebook saya sudah berhasil terinstall Arch linux, prosesnya selama 2 hari 2 malam sampai berhasil install Desktop Environtment, karena koneksi internet yang saya punya sebatas CDMA, andai saja punya koneksi speedy pasti lebih cepat. InsyaAllah review pengalaman bisa dipost selanjutnya.

Biar Miskin Asal Nyenengin

gaulislam edisi 118/tahun ke-3 (10 Safar 1431 H/25 Januari 2010)

Arrrrrggggggh! Saya geram bukan kepalang tiap kali menyaksikan dengan mata-kepala sendiri potret memilukan di tiap sudut tempat yang saya lewati dengan ‘bebek’ saya. Pemandangan asli dari kondisi kehidupan mayoritas penduduk negeri ini yang jarang dijadikan setting cerita sinetron apa pun. Kontras banget dengan setting cerita di hampir semua sinetron atau film yang menyuguhkan kemewahan.

Coba telusuri tiap jalan di seantero kota kamu, Bro. Itu yang namanya gelandangan dan pengemis (gepeng) makin bejibun. Mereka duduk memelas menengadahkan tangan, mengelilingi mobil dan motor yang lagi antri lampu merah, bahkan berkeliling menyambangi tiap komplek perumahan, lengkap dengan ‘atribut’ compang-campingnya. Ngapain? Ya ngemis lah. Pernah ada guyonan, pas seorang ibu yang biasa ngemis di lampu merah tertangkap petugas tramtib, si ibu bilang: “ampun pak, saya memang ngemis di sini, tapi anak saya yang satu di UI, satu lagi di Trisakti.” “Kuliah?”, tanya petugas. “Bukan…., ngemis juga Pak!” Pletak! (nggak usah ketawa terus, karena ini guyonan yang bikin miris)

(more…;)

Pribadi Menarik & Menyenangkan

Semua orang ingin disebut menarik, menjadi pusat perhatian, terkenal dan dikagumi banyak orang. Menjadi menarik dan menyenangkan merupakan obsesi kebanyakan orang. Menarik dan menyenangkan mencakup aspek fisik (lahiriah) dan non-fisik (meliputi: emosional, personalitas dan integritas pribadi). Banyak orang yang cantik, tampan, pandai dan kaya namun belum dapat dikategorikan sebagai orang-orang yang menarik dan menyenangkan dikarenakan adanya sesuatu yang kurang dalam diri mereka.

Orang yang menarik dan menyenangkan membuat orang suka padanya dan selalu ingin dekat dan ingin melihatnya serta ingin berinteraksi dengannya. Orang yang memiliki daya tarik dan menyenangkan ibarat memiliki kekayaan yang tak ternilai harganya.

(more…;)