Screenshot My Desktop

Saya Pilih Arch Linux

Distribusi atau distro GNU/Linux memang banyak, bisa dilihat di sini.

Setelah konsultasi sama mbah gugel, akhirnya jatuh pilihannya ke Arch Linux. Alasannya karena istilah “Rolling Release”. Jadi sekali saja install Arch Linux untuk jangka panjang tanpa perlu menginstall ulang release versi terbaru (i like this). Tinggal diupdate…..langsung up to date…..

Oke deh, pengetahuan saya tentang GNU/Linux  masih kurang. Jadi tidak banyak yang bisa ditulis.

Yang penting mau belajar dan langsung dilakukan sehingga akan terasa nikmatnya tantangan.

Notebook saya sudah berhasil terinstall Arch linux, prosesnya selama 2 hari 2 malam sampai berhasil install Desktop Environtment, karena koneksi internet yang saya punya sebatas CDMA, andai saja punya koneksi speedy pasti lebih cepat. InsyaAllah review pengalaman bisa dipost selanjutnya.